Advertisement

Saturday, September 28, 2013

Apa Itu Headroom?

Headroom adalah rentang jarak dari yang terendah hingga jarak tertinggi sebelum terjadinya peak. Kalau di dunia digital jarak tertingginya kan adalah 0 dB. Jadi kalau kita gunakan bahasa yang simple dan mudah untuk dimengerti, headroom adalah sinyal yang baik, dimana tidak terjadi peak disitu dan juga tidak terjadi noise disitu.

Kenapa kita butuh headroom? Karena kan player yang kita rekam biasanya memiliki dinamika atau dynamic range. Dan kita tidak tahu kapan si player akan bermain dengan keras dan kapan si player tersebut akan bermain dengan sangat lembut, jadi kita menyisakan headroom untuk si player bermain agar tidak terjadinya clipping atau peak.

Karena kalau sudah terjadi clipping atau peak, sinyal akan pecah, dan akan terdengar jadi sember di speaker kita. Nah kalau sudah hal itu yang terjadi, biasanya sudah tidak bisa kita perbaiki lagi. Karena bisa dikatakan sinyalnya sudah rusak. 

Dan satu-satunya jalan untuk memperbaiki sinyal seperti itu kalau kita di dalam recording adalah kita harus merekam ulang lagi. Karena sinyal yang sudah pecah seperti itu tidak akan pernah bisa diperbaiki. Jadi harus kita ulang lagi. Nah sayang kan? Udah cape-cape merekam ternyata hasil audionya sember.

Jadi memang kalau kita ingin merekam audio atau untuk live, kita harus memperhatikan hal tersebut. Kita harus mencari headroom yang tepat, atau sinyal yang baik tersebut agar nanti kualitas audio kita tidak akan terjadi pecah atau tidak akan terjadi noise disitu.

Apa Itu Headroom

Nah semoga apa yang saya sharingkan mengenai apa itu headroom ini bisa bermanfaat bagi teman-teman semuanya.

Baca juga :
  1. Proses Pembuatan Video Drum Cover
  2. Soundcard Untuk Recording
  3. Sistem Recording

Thursday, August 15, 2013

Sekolah Audio

Buat teman-teman yang tertarik untuk sekolah audio, saya sangat menyarankan untuk belajar di salah satu lembaga pendidikan audio terbaik yaitu Lembaga Pendidikan David Klein. Disitu dulu saya belajar juga selama satu tahun disana. Diajarkan mulai dari dasar audio hingga nanti kita dikenalkan dengan penjurusannya. Apa saja penjurusannya?

Saya dulu sempat belajar selama setahun, kita disana diajarkan dari dasar sekali, sehingga pada akhirnya nanti kita bisa mengerti mengenai audio. Karena kalau kita berbicara mengenai audio, kalau kita tidak mengerti mengenai dasarnya nanti ketika kita sudah di tahap yang tinggi akan sangat merasa mentok.

Sekolah Audio Tempat Untuk Belajar Audio


Banyak dari para sound engineer yang memang langsung memulai dengan belajar langsung di lapangan dengan mengoperasikan mixer secara otodidak pada akhirnya nanti akan mengalami mentok. Karena memang dasarnya mereka tidak menguasai dengan benar. Karena ini sebagian besarnya ada hitungan matematika juga kalau kita memang serius masuk ke dalamnya.

Kalau mau yang lebih detail mengenai pembuatan speaker memang matematikanya lebih detail lagi, tapi di Lembaga Pendidikan David Klein yang saya rasakan tidak mendetail kesitu karena tujuannya adalah menciptakan para sound engineer handal yang bisa mengoperasikan peralatan audio dengan hasil maksimal.

Dan juga dengan sound yang jauh lebih baik tentunya. Dengan kita mengenal dan tahu mengenai dasar-dasar audio kelebihannya adalah kita kalau hendak membeli peralatan audio juga jadi tidak tertipu. Karena banyak sekali saya rasakan orang yang membeli peralatan audio tapi tidak tahu cara menggunakannya, dan ketika menggunakannya, salah penggunaan sehingga alat tersebut menjadi rusak.

sekolah-audio


Jadi buat teman-teman yang ingin mempelajari mengenai dasar audio. Oh iya nanti juga setelah kita diajarkan dasar-dasar audio, nanti kita akan dikenalkan dengan dunia recording dan juga dunia live, seperti apa perbedaaan yang mendasarnya. Nanti pada akhirnya kita bisa dua-duanya, setidak-tidaknya paham, walau pada akhirnya memang kita harus fokus ke salah satunya. Apakah mau di dunia recordingnya atau mau di dunia live soundnya?

Nah kalau begitu kita sudahi dulu artikel mengenai sekolah audio ini.

Friday, August 2, 2013

Apa Saja Saat Kita Mau Rekaman Musik

apa-saja-saat-kita-mau-rekaman-musik




Kita kali ini akan membahas mengenai apa saja saat kita mau rekaman musik. Yang dibutuhkan kira-kira apa ya? Nah ini banyak yang bertanya melalui facebook saya mengenai hal ini. Saya sharing sedikit mengenai hal ini ya. Yuk kita bahas..
Tentunya yang akan saya sharingkan disini adalah kita akan menggunakan yang namanya sistem DAW. Untuk itu apa saja sih yang kita perlukan?

Komputer


Tentunya kita memerlukan yang namanya komputer, kalau untuk sekedar bisa merekam dengan hasil yang tidak malu-maluin komputer dengan spec core to duo sudah bisa, tapi ini semakin lama kan komputer semakin usang dan semakin lama semakin ada program yang baru yang semakin berat. Sesuaikan komputer dengan kebutuhan, kalau ingin dalam memproses dan merendernya cepat ya berarti komputernya harus yang cepat.

Makin banyak track dan makin banyak plug in yang digunakan di setiap tracknya akan membuat kerja komputer jadi makin melambat, bahkan bisa berhenti jalan berhenti jalan, kan itu jadinya ngga seru banget ya? Kita mendengarkan musik mati hidup mati hidup karena komputernya berat.

Sound Card


Belilah sound card yang memang khusus untuk audio, nama-nama seperti M-Audio, Presonus, Echo, Apogee, Lynx dan lain-lain adalah nama yang memang mengkhususkan dirinya di bidang audio. Soal harganya berapa untuk yang 2 channel kisaran di angka 1 hingga 2 juta, semakin bertambah channelnya maka akan semakin mahal. Sesuaikan dengan bajet teman-teman saja.

Microphone


Untuk merekam suara kita butuh microphone. Saya sangat menyarankan untuk membeli microphone condenser saja untuk keperluan ini. Cukup punya satu karena untuk yang lain kan tidak ada yang diperlukan microphone, karena seperti gitar dan bass nantinya langsung colok aja ke sound cardnya.

Kabel


Pastilah kita membutuhkan yang namanya kabel, belilah kabel yang baik, karena itu nanti ada hubungannya dengan noise yang akan terekam juga. Canare L-2T2S sudah cukup bagus kok, dengan konektor Neutriknya.

Alat Musik


Tentunya alat musik sudah harus ada ya, kalau tidak ada apanya yang mau direkam? Nah untuk alat musik sebaiknya sesuaikan dengan bajet teman-teman dan kiranya tidak perlu saya bahas disini ya.

Sepasang Speaker Monitor 


Nah ini nantinya untuk kita mendengar hasil rekaman dan juga untuk mixing, belilah sepasang speaker monitor yang flat yang memang dibuat khusus untuk rekaman. Saran saya lebih baik menggunakan speaker monitor ketimbang menggunakan headphone.

Nah semoga apa yang saya sharingkan ini bisa bermanfaat buat teman-teman semuanya, dan kalau begitu kita sudahi dulu artikel mengenai apa saja saat kita mau rekaman musik ini.




Aplikasi Suara Drum Tanpa Menggunakan Drum

aplikasi-suara-drum-tanpa-menggunakan-drum

Kali ini kita akan membahas mengenai aplikasi suara drum tanpa menggunakan drum. Ini nanti akan berkaitan dengan kita merekam suara drum tapi tidak menggunakan drum. Karena buat teman-teman kebanyakan memang untuk mempunyai sebuah drum yang layak untuk recording berikut juga microphonenya dan juga ruangan yang berperedam dan juga berakustik ruangan dengan baik sangat menguras uang kita. Nah saya sharing gimana kalau kita bisa rekaman tanpa drum..


Yang akan kita lakukan berarti menggunakan drum MIDI, apa sih yang dimaksud dengan drum MIDI? Drum MIDI adalah suara drum yang dihasilkan dari, bisa dari software atau bisa juga dengan MIDI Controller yang kemudian ada sound module di dalamnya.

Apa Sih MIDI Itu?


Nah sebelum kita memulai kesana saya ingin membahas mengenai MIDI. Buat teman-teman yang belum tahu dan mengerti mengenai apa itu MIDI. MIDI adalah singkatan dari Musical Instrument Digital Interface, atau kalau kita bahasakan secara bahasa Indonesia artinya adalah apa ya, saya coba artikan secara bebas aja ya, antar muka untuk instrument musik secara digital.

Jadi disini itu ada sebuah perangkat, perangkat ini dinamakan dengan controller, maksudnya adalah nanti kita menggunakan controller itu sebagai alat musik kita. Misal controllernya itu berupa gitar dengan ada senarnya, tapi nanti tidak bisa bunyi itu gitarnya. Karena memang tidak ada bunyinya, mungkin contohnya adalah seperti Guitar Hero, itu kan ada gitar main-mainan, nah mungkin lebih gampangnya membahasakannya seperti itu, ada gitar mainannya, dimana nanti gitar mainannya ini akan disambungkan ke sebuah modul suara, yang mana kalau sudah disambungkan ke modul suara ini, baru gitar tersebut nanti akan bisa berbunyi.

Dan bunyinya juga bisa kita pilih mau keluar bunyi yang seperti apa? Itu bisa kita atur dari sound module atau modul suaranya. Nah ini nanti kalau kita sambungkan ke komputer, kita bisa merekamnya juga apa yang kita mainkan pada gitar mainan/gitar controller ini. 

Aplikasi MIDI Untuk Drum


Sekarang baru kita membahas mengenai aplikasinya, ada banyak aplikasi suara drum tanpa menggunakan drum, salah satunya adalah Fruitty Loop, kemudian ada Reason, kemudian ada juga BFD, kemudian ada Superior Drummer, kemudian ada EZ Drum dan lain-lain.

Banyak banget dah pokoknya, kalau kita ada drum elektrik kita tinggal memainkannya saja seperti drum biasa, tapi kalau kita tidak ada drum elektrik yang berfungsi sebagai controller maka nantinya kita akan menggambar.

Semoga sharing dari saya ini bisa bermanfaat buat teman-teman semuanya. Kita sudahi dulu artikel mengenai aplikasi suara drum tanpa menggunakan drum ini.

Thursday, August 1, 2013

Cara Membuat Studio Rekaman Di Rumah

cara-membuat-studio-rekaman-di-rumah

Kali ini kita akan membahas mengenai cara membuat studio rekaman di rumah. Banyak yang bertanya mengenai hal ini dan ingin bisa membuat rekaman di rumah dengan alat yang minimal tapi dengan hasil yang maksimal, saya akan sedikit sharing biar hal ini bisa teman-teman lakukan di rumah teman-teman. Yuk kita simak artikelnya..
Untuk bisa membuat rekaman sederhana di rumah dengan kualitas yang bagus kita perlu mempunyai beberapa hal. Disini kita membahas dengan mengunakan DAW ya atau singkatan dari Digital Audio Workstation, karena kalau kita menggunakan analog nantinya bukan jadi murah lagi, tapi jadi serba mahal. Kita kan niatnya bisa rekaman dengan bajet yang minim tapi dengan hasil yang ngga malu-maluin lah.

Perangkat Yang Kita Perlukan

Untuk bisa merekam dengan cukup baik di rumah kita sendiri yang perlu kita punyai antara lain :
  •  Sebuah Komputer PC 
Nah untuk bisa merekam dengan sederhana menggunakan komputer yang sederhana saja, misalnya dengan menggunakan sebuah komputer dengan prosesor quadcore sudah cukup kok. Saya juga menggunakan komputer dengan quadcore. Nah ini nantinya pasti akan berkembang karena komputer kan makin lama makin usang. Tidak perlu komputer yang terlalu cepat kalau hanya untuk merekam yang sederhana saja, kalau ingin tidak pake ngehang ya memang gunakannya komputer dengan spec yang kencang, lebih enak sih nantinya ketika kita mixing lagu dengan banyak track dan banyak plug in.
  • Sebuah Interface
Nah interface ini bahasanya audio, kita mengenalnya dengan nama sound card, atau juga converter. Nah beli sound card yang seperti apa? Saran saya gunakan sound card yang memang khusus dibuat untuk audio, merek-merek seperti M-Audio, Presonus, Echo adalah merek-merek yang memang khusus untuk audio. Jangan menggunakan yang untuk multimedia, karena biasanya yang untuk audio memang dirancang khusus untuk ini. Harga? Bisa dicek di mbah google, kira-kira kisarannya 1 juta hingga 2 juta untuk yang dua channel, kalau ingin yang bisa merekam drum, saran saya beli lah yang 8 channel minimal tapi harganya juga pasti lebih mahal. Untuk harga silakan di cek aja lewat google.
  • Alat Musik
Nah untuk ini teman-teman yang bisa menentukan, apakah hanya ingin menggunakan sebuah keyboard controller, dimana nanti soundnya ambil dari software? Untuk gitar bisa beli gitar juga bass atau dengan keyboard controller suara bass dan gitarnya diambil dari MIDI untuk menghemat biaya, kalau untuk drum bisa menggambar dengan membuat MIDI saja, tapi kalau kurang puas bisa membeli drum akustik, tapi kalau membeli drum akustik nanti sudah tidak murah lagi, karena kita juga harus membeli microphone yang minimal 6 buah juga. Kalau mencari yang murah lebih baik beli keyboard controller saja kemudian berkreasi dari situ.
  • Microphone
Nah karena asumsinya drumnya menggunakan MIDI kita hanya memerlukan sebuah microphone untuk merekam suara vocal, untuk gitar dan bass tinggal colok aja mendingan biar lebih praktis. Saran saya mendingan menggunakan condenser microphone untuk hal ini. 
  • Kabel-kabel
Kalau bisa solder sendiri mending solder sendiri aja, beli kabel Canare L-2T2S dan kemudian kita beli konektor Neutrik, nah ya udah deh, jadi.

Kira-kira seperti itu perangkat yang kita butuhkan untuk kita bisa merekam dengan sederhana di rumah dengan budget yang minim. Semoga bisa bermanfaat dan kita sudahi dulu artikel mengenai cara membuat studio rekaman di rumah ini.


Tuesday, July 30, 2013

Cara Menghilangkan Suara Bocoran Pada Drum

cara-menghilangkan-suara-bocoran-pada-drum




Kali ini saya akan membahas mengenai cara menghilangkan suara bocoran pada drum. Buat teman-teman sound engineer yang sering ngetake pastinya sangat merasakan mengenai hal ini, dimana bocoran ini akan sangat berpengaruh sekali ke dalam hasil kita dalam memixing nantinya. Semakin tidak ada bocoran maka hasil mixing kita akan semakin bagus tentunya. Yuk kita bahas mengenai hal ini..


Sebenarnya bocoran di dalam drum itu memang tidak bisa dihilangkan secara sempurna. Kenapa? Ya karena kan suara drumnya itu menjadi satu kesatuan, ketika kita memainkan snare, pasti suara snarenya sedikit banyak pasti ketangkap juga di bass drum.

Biasanya buat teman-teman yang baru mempelajari mengenai sound engineer hal ini menjadi masalah yang sangat besar. Dulu saat awal saya belajar mengenai sound engineer juga seperti itu, enak ya kalau tidak ada bocoran sama sekali, seperti kalau kita menggunakan MIDI, kan suara bass drum sama sekali tidak ada bocoran suara snare.

Tapi makin kesini suara drumnya juga semakin dibuat lebih manusia, yang mana jadi ada bocorannya. Nah kalau dari MIDI saja sekarang lebih dibuat mirip ke arah aslinya, kenapa juga kita berusaha menghilangkan bocoran? Yang mungkin kita lakukan adalah mengurangi terjadinya bocoran saat kita merekam drum.

Caranya gimana sih agar bocoran itu bisa kita kurangi? Nah saya sharing sedikit pengalaman saya, pertama biasanya itu masalah dengan microphonenya, yang saya alami semakin mahal microphone yang saya gunakan biasanya bocorannya akan semakin kecil, juga kalau saya menggunakan microphone yang sensitivitasnya lebih kurang sensitif ketimbang yang sensitif, banyak dynamic microphone yang seperti ini. 

Bukan berarti semua dynamic microphone itu kurang sensitif lho ya.. Nah cara kedua adalah dengan pemilihan microphone yang tepat juga kalau menurut saya, dilihat dari grafik rentang frekuensi yang dipunyai oleh microphone tersebut. Biasanya grafik ini tertera di buku manual dari microphone tersebut, tinggal kita lihat saja.

Kemudian kalau misalnya bass drum cara untuk meminimalkan bocoran adalah dengan menggunakan atau menutup sekeliling bass drum dengan kain atau dengan busa mungkin. Contohnya bisa kita lihat pada gambar berikut ini.


Nah pengalaman saya dengan menutup seperti ini bocoran bisa berkurang. Kemudian juga bisa kita menggunakan seperti gate untuk tom, atau bisa juga misalnya kita menodong microphonenya di dalam tom, ada kan tuh May Mic System kalau tidak salah yang sistem menodongnya dari dalam, sehingga meminimalkan suara bocoran juga.

Tapi kalau teman-teman merekam musik jazz, justru para drummer jazz sangat menyukai bocoran ini yang mereka sebut dengan sound yang natural. Jadi bocoran itu tidak selamanya buruk, terganung jenis musiknya apa dulu.

Nah semoga apa yang saya sharingkan mengenai cara menghilangkan suara bocoran pada drum bisa bermanfaat.

Sunday, July 28, 2013

Condenser Microphone

condenser-microphone




Kali ini kita akan membahas mengenai condenser microphone. Condenser microphone adalah microphone yang menggunakan tenaga listrik agar bisa hidup. Nah tenaga listrik ini bisa dari batere, dan juga bisa dari phantom power yang ada di mixer atau bisa juga dengan phantom power khusus. Saya waktu itu pernah ada yang bawa ke studio saya microphone condenser berikut juga dengan powernya. Nah kita bahas yuk..


Banyak yang berkata bahwa microphone condenser jauh lebih sensitif ketimbang dynamic microphone. Sebenarnya itu tergantung sensitivitas kapsul yang diciptakan oleh pabrik tertentu, artinya ada dynamic microphone yang sensitivitasnya sangat tinggi dan ada juga condenser microphone yang sensitivitasnya kurang tinggi.

Jadi perbedaan yang mendasarnya adalah bahwa yang satu membutuhkan tenaga listrik atau batere untuk menjalankannya dan yang satunya lagi sama sekali tidak membutuhkan tenaga listrik atau batere untuk menjalankannya. Untuk dynamic microphone biasanya kita tinggal colok aja ke mixer dan akan langsung bisa berbunyi ketika kita gunakan untuk berbicara. 

Sementara untuk condenser microphone harus kita gunakan batere dulu atau kalau kita mau mengambil daya listriknya dari microphone kita harus pencet atau nyalakan dulu tombol phantom power yang terdapat di mixer. Biasanya tombol phantom power ini ada yang satu group, misalnya untuk 8 channel akan nyala semua ada juga yang per satuan, per channel bisa dinyala matikan.

Saya lebih cenderung suka dengan yang per channel tombol phantom powernya karena lebih bisa mengatur mana yang butuh phantom power saja yang saya berikan dan saya tekan tombolnya. Nah untuk condenser microphone kita coba dengarkan lebih jelasnya penjelasan dari guru saya bapak David Klein, seorang senior di bidang audio, yang juga memiliki sekolah audio yang bernama Lembaga Pendidikan David Klein. Saya salah satu muridnya yang pernah belajar sama dia.

Yuk kita simak video di bawah ini sekalian kita akhiri artikel mengenai condenser microphone ini..



Artikel Terkait :
  1. Pola Penangkapan Suara Dari Mikrofon
  2. Kurva Rentang Frekuensi Mikrofon 
  3. Tips Menggunakan Mikrofon