Advertisement

Tuesday, July 30, 2013

Cara Menghilangkan Suara Bocoran Pada Drum

cara-menghilangkan-suara-bocoran-pada-drum




Kali ini saya akan membahas mengenai cara menghilangkan suara bocoran pada drum. Buat teman-teman sound engineer yang sering ngetake pastinya sangat merasakan mengenai hal ini, dimana bocoran ini akan sangat berpengaruh sekali ke dalam hasil kita dalam memixing nantinya. Semakin tidak ada bocoran maka hasil mixing kita akan semakin bagus tentunya. Yuk kita bahas mengenai hal ini..


Sebenarnya bocoran di dalam drum itu memang tidak bisa dihilangkan secara sempurna. Kenapa? Ya karena kan suara drumnya itu menjadi satu kesatuan, ketika kita memainkan snare, pasti suara snarenya sedikit banyak pasti ketangkap juga di bass drum.

Biasanya buat teman-teman yang baru mempelajari mengenai sound engineer hal ini menjadi masalah yang sangat besar. Dulu saat awal saya belajar mengenai sound engineer juga seperti itu, enak ya kalau tidak ada bocoran sama sekali, seperti kalau kita menggunakan MIDI, kan suara bass drum sama sekali tidak ada bocoran suara snare.

Tapi makin kesini suara drumnya juga semakin dibuat lebih manusia, yang mana jadi ada bocorannya. Nah kalau dari MIDI saja sekarang lebih dibuat mirip ke arah aslinya, kenapa juga kita berusaha menghilangkan bocoran? Yang mungkin kita lakukan adalah mengurangi terjadinya bocoran saat kita merekam drum.

Caranya gimana sih agar bocoran itu bisa kita kurangi? Nah saya sharing sedikit pengalaman saya, pertama biasanya itu masalah dengan microphonenya, yang saya alami semakin mahal microphone yang saya gunakan biasanya bocorannya akan semakin kecil, juga kalau saya menggunakan microphone yang sensitivitasnya lebih kurang sensitif ketimbang yang sensitif, banyak dynamic microphone yang seperti ini. 

Bukan berarti semua dynamic microphone itu kurang sensitif lho ya.. Nah cara kedua adalah dengan pemilihan microphone yang tepat juga kalau menurut saya, dilihat dari grafik rentang frekuensi yang dipunyai oleh microphone tersebut. Biasanya grafik ini tertera di buku manual dari microphone tersebut, tinggal kita lihat saja.

Kemudian kalau misalnya bass drum cara untuk meminimalkan bocoran adalah dengan menggunakan atau menutup sekeliling bass drum dengan kain atau dengan busa mungkin. Contohnya bisa kita lihat pada gambar berikut ini.


Nah pengalaman saya dengan menutup seperti ini bocoran bisa berkurang. Kemudian juga bisa kita menggunakan seperti gate untuk tom, atau bisa juga misalnya kita menodong microphonenya di dalam tom, ada kan tuh May Mic System kalau tidak salah yang sistem menodongnya dari dalam, sehingga meminimalkan suara bocoran juga.

Tapi kalau teman-teman merekam musik jazz, justru para drummer jazz sangat menyukai bocoran ini yang mereka sebut dengan sound yang natural. Jadi bocoran itu tidak selamanya buruk, terganung jenis musiknya apa dulu.

Nah semoga apa yang saya sharingkan mengenai cara menghilangkan suara bocoran pada drum bisa bermanfaat.

Sunday, July 28, 2013

Condenser Microphone

condenser-microphone




Kali ini kita akan membahas mengenai condenser microphone. Condenser microphone adalah microphone yang menggunakan tenaga listrik agar bisa hidup. Nah tenaga listrik ini bisa dari batere, dan juga bisa dari phantom power yang ada di mixer atau bisa juga dengan phantom power khusus. Saya waktu itu pernah ada yang bawa ke studio saya microphone condenser berikut juga dengan powernya. Nah kita bahas yuk..


Banyak yang berkata bahwa microphone condenser jauh lebih sensitif ketimbang dynamic microphone. Sebenarnya itu tergantung sensitivitas kapsul yang diciptakan oleh pabrik tertentu, artinya ada dynamic microphone yang sensitivitasnya sangat tinggi dan ada juga condenser microphone yang sensitivitasnya kurang tinggi.

Jadi perbedaan yang mendasarnya adalah bahwa yang satu membutuhkan tenaga listrik atau batere untuk menjalankannya dan yang satunya lagi sama sekali tidak membutuhkan tenaga listrik atau batere untuk menjalankannya. Untuk dynamic microphone biasanya kita tinggal colok aja ke mixer dan akan langsung bisa berbunyi ketika kita gunakan untuk berbicara. 

Sementara untuk condenser microphone harus kita gunakan batere dulu atau kalau kita mau mengambil daya listriknya dari microphone kita harus pencet atau nyalakan dulu tombol phantom power yang terdapat di mixer. Biasanya tombol phantom power ini ada yang satu group, misalnya untuk 8 channel akan nyala semua ada juga yang per satuan, per channel bisa dinyala matikan.

Saya lebih cenderung suka dengan yang per channel tombol phantom powernya karena lebih bisa mengatur mana yang butuh phantom power saja yang saya berikan dan saya tekan tombolnya. Nah untuk condenser microphone kita coba dengarkan lebih jelasnya penjelasan dari guru saya bapak David Klein, seorang senior di bidang audio, yang juga memiliki sekolah audio yang bernama Lembaga Pendidikan David Klein. Saya salah satu muridnya yang pernah belajar sama dia.

Yuk kita simak video di bawah ini sekalian kita akhiri artikel mengenai condenser microphone ini..



Artikel Terkait :
  1. Pola Penangkapan Suara Dari Mikrofon
  2. Kurva Rentang Frekuensi Mikrofon 
  3. Tips Menggunakan Mikrofon 

Saturday, July 27, 2013

Cara Menggunakan Microphone

cara-menggunakan-microphone

Kali ini kita akan membahas mengenai cara menggunakan microphone. Saya perhatikan banyak sekali yang menggunakan microphonenya salah sehingga juga hasilnya tidak maksimal dan malah jatuhnya nyalahin si operatornya, padahal dia sendiri yang salah. Yuk kita bahas mengenai hal ini..

Waktu saya punya studio latihan di Bogor saya perhatikan banyak sekali yang menggunakan microphone dengan cara yang salah. Kalau yang ini pasti teman-teman juga sering mengalaminya, misalnya mengetukkan jari ke microphone, untuk mengetes apakah microphonenya sudah hidup atau belum.

Ini sebenarnya waktu saya belajar di LPDK atau Lembaga Pendidikan David Klein berbahaya buat speaker karena letupan itu kurang bagus. Sebaiknya mendingan digunakan saja, tes tes tes, mendingan langsung seperti itu ketimbang mengetuk microphone dengan tangan.

Kemudian cara berikutnya adalah pertama kita tahu dulu microphone yang sedang kita gunakan itu apa. Apakah itu dynamic microphone ataukah itu condenser microphone. Karena pastinya berbeda jenis microphone akan berbeda pula cara menggunakannya, dimana kalau dynamic microphone kita usahakan sedekat mungkin dengan sumber suaranya, sementara kalau kita menggunakan condenser microphone kita tidak perlu mendekatkan sedekat mungkin dengan sumber suaranya.

Dan kemudian juga ada yang namanya proximity effect dimana kalau microphone tersebut semakin dekat dengan mulut kita, ini berlaku untuk dynamic microphone maka akan bertambah bassnya dari si microphone tersebut, cobain aja dekatkan akan beda jauh suaranya dengan kalau kita jauhkan dari sumber suaranya.

Yang sering saya alami dan temui adalah para vokalis yang latihan di studio saya atau pun di studio orang dan kemudian minta digedekan volume microphonenya sementara saya lihat kalau dia menyanyi tidak pernah dekat dengan mulutnya, sehingga kalau saya besarkan volumenya akan sangat rawan terjadinya feedback.

Nah oleh karena itu kita benar-benar perlu untuk mengerti juga cara menggunakan microphone dengan baik dan benar agar kita bisa memaksimalkan suara kita kalau kita menyanyi atau kita juga bisa memaksimalkan penggunaan microphone kalau kita gunakan untuk merekam atau untuk keperluan apa pun itu.

Nah kita simak yuk video di bawah ini guru saya pak David Klein menjelaskan mengenai cara menggunakan microphone dengan baik dan benar.


Semoga bermanfaat video ini dan kita sudahi dulu yuk artikel mengenai cara menggunakan microphone ini.


Thursday, July 25, 2013

Headphone Biar Keras Suaranya

headphone-biar-keras-suaranya

Headphone biar keras suaranya itu dipakein apa ya? Pernah merasakan tidak teman-teman kalau headphone nih suaranya kurang keras, apalagi kalau kita menggunakan headphone yang besar kemudian kita colokin ke handphone, pasti suaranya jadi kecil banget. Nah itu kenapa ya? Dan gimana biar headphone kita bisa jadi keras terdengar. Nah kita bahas di bawah ini yuk..

Mungkin ini juga banyak dialami oleh para drummer, yang ingin menggunakan headphone lalu kemudian ketika kita mendengarkan musik sambil memainkan drum kita hasilnya suara di headphone jadi tidak terdengar, ketiban sama suara kita.

Ada dua hal berarti disini, dan dua-duanya pasti beda, dan solusi yang saya berikan akan berbeda untuk tiap kasusnya. Untuk teman-teman yang merasakan bahwa headphonenya terlalu kecil di telinga apalagi kalau dicolokin dari handphone, saran saya gunakan headphone pre amp atau bisa juga dengan mixer, intinya ada pre amp penambah power atau tenaga yang nantinya akan dikirimkan ke headphonenya.

Headphone kurang keras seperti itu terjadi karena arus listrik yang dikirimkan ke headphone itu kurang besar sehingga kecil yang terdengar. Untuk itu perlu diperbesar dengan menggunakan tambahan headphone pre amp. 

Kalau ngga mau repot ganti aja pake earphone yang kecil yang arus dari hape tersebut cukup besar untuk membuat speaker di earphone tersebut berbunyi keras. Headphone pre amp itu seperti apa sih? Kira-kira gambarnya seperti ini..


Nah jadi dari hape nanti pake kabel colokin aja kesitu baru deh pake headphonenya, dijamin keras! Atau kalau masalah teman-teman adalah tidak kedengaran seperti yang dialami oleh teman drummer, solusinya bukan dengan ini, tapi dengan membeli headphone yang memang tertutup, ada isolatingnya. Jadi suara keras dari luar bisa teredam. Contohnya bisa kita tonton dari video di bawah ini.


Nah semoga solusi yang saya berikan untuk teman-teman semua bisa membantu. Kalau begitu sampai ketemu di tulisan saya yang lain dan kita sudahi dulu artikel mengenai headphone biar keras suaranya ini.

Tuesday, July 23, 2013

Earphone Untuk Drummer

earphone-untuk-drummer

Earphone untuk drummer itu yang bagus apa sih? Ada beberapa pertanyaan ke saya yang bertanya seperti itu. Yuk kita bahas mengenai hal ini, karena biasanya para drummer suka kalau menyetel musik kemudian mereka mendengarkan dengan earphone lalu mereka main drum biasanya akan ketiban oleh suara drum mereka. Nah oleh karena itu earphone apa yang tidak membuat ketiban?

Sangat wajar kalau teman-teman drummer saat menggunakan earphone kemudian memainkan musik yang teman-teman mainkan di earphone tersebut menjadi ketiban oleh suara drum teman-teman. Karena kan memang cukup keras. Solusinya untuk hal ini ada yang mencari headphone. Kalau memang ada yang suka menggunakan headphone ketimbang earphone berarti teman-teman tinggal membeli saja headphone yang ada sound isolatingnya, sehingga suara dari luar tidak merusak suara musiknya.

Kalau untuk headphone Vic Firth kebetulan ngeluarin headphonenya kalau tidak salah tipenya adalah Stereo Isolation Headphone atau disingkat SIH, nah itu coba teman-teman cari gambarnya di google pasti ntar juga ketemu. Nah kalau untuk earphone juga begitu, harus ada isolatingnya, kalau kita lihat pada gambar di bawah ini, kira-kira seperti ini..


Earphone Dengan Peredam

Nah kalau kita lihat pada gambar tanda panah di atas, dibagian itu yang merupakan peredamnya, kalau kita lihat merek ini, adalah merek Shure, nama besar di dunia audio. Harga earphone yang model begini bisa kena sekitar 3 jutaan, tapi ada juga yang lebih murah. Kalau untuk dunia audio yang udah terkenal itu nama seperti Shure, AKG dan Sennheiser. Tiga nama itu merupakan nama besar dan biasanya selain bagus produk mereka juga pasti mahal, kira-kira sama lah kisarannya di angka juta-jutaan.

Nah kalau teman-teman ingin solusi yang lebih murah bisa juga dengan membeli earphone yang biasa saja kemudian teman-teman menggunakan earmuff untuk menutupi earphone teman-teman. Dijamin dengan cara ini suara drum teman-teman tidak akan meniban suara musiknya.

Jadi murah meriah kan? Nah semoga apa yang saya sharingkan ini bisa bermanfaat buat teman-teman semuanya. Kalau begitu kita sudahi dulu saja artikel mengenai earphone untuk drummer ini.

Belajar Audio Frequency

belajar-audio-frequency

Kali ini kita akan belajar audio frequency, dimana kalau kita berbicara mengenai audio sudah pasti kita akan selalu berhubungan dengan yang namanya frequency audio atau karena kita orang Indonesia kita sebutnya dengan frekuensi audio ya. Terserah teman-teman saja mau menyebut yang mana, yang jelas semuanya menunjuk ke hal yang sama.

Frequency itu menunjuk ke banyaknya getaran yang dibuat oleh suatu benda dalam satu detiknya. Nah dimana kalau suatu benda bergetar akan menghasilkan bunyi, dan bunyi yang dapat kita dengar adalah bunyi hasil dari getaran suatu benda yang bergetar dari 20 getaran per detik hingga 20.000 getaran per detik.

Selebihnya dari getaran itu, telinga kita tidak bisa mendengarnya. Nah getaran per detik itu yang disebut dengan frequency, dimana satuannya adalah Hertz. Nama Hertz ini diambil dari nama seorang ilmuwan Jerman yang bernama, Heinrich Rudolf Hertz.

Nah jadi kalau suatu benda bergetar 20 kali dalam satu detik maka akan disebut dengan 20 Hertz, kalau suatu benda bergetar sebanyak 1500 dalam satu detiknya maka akan disebut dengan 1500 Hz, atau kalau kita mau menggunakan tanda k dimana k itu sama dengan 1000, maka kita bisa juga dengan menuliskannya sebagai 1,5 kHz.

Dan frequency yang bisa didengar oleh telinga manusia berada pada rentang 20 Hz sampai dengan 20.000 Hz atau 20ribu Hz ini bisa kita tuliskan lagi sebagai 20 kHz. Oh iya satu frequency itu adalah juga termasuk satu panjang gelombang yang kalau kita lihat pada gambar akan terlihat seperti ini.

Frequency

Dimana kalau kita lihat pada gambar di atas ada satu gunung dan satu lembah, nah itulah satu panjang gelombang atau satu frekuensi. Nah dengan memahami mengenai frequency ini menjadi dasar buat kita nantinya dalam belajar audio, karena kalau kita mempelajari audio sudah pasti nanti akan berhadapan dengan yang namanya frequency.

Kalau begitu kita sudahi dulu ya artikel belajar audio frequency ini.

Monday, July 22, 2013

Membuat Video Drum Cover Dengan Elektrik Drum

membuat-video-drum-cover-dengan-elektrik-drum

Bagaimana membuat video drum cover dengan elektrik drum? Ini barusan ada yang nanya melalui inbox di facebook saya. Sebenarnya kalau menurut saya justru sangat jauh lebih mudah buat drum cover dengan menggunakan elektrik drum. Kenapa? Yuk kita baca artikel di bawah ini..

Kalau kita membuat video drum cover dengan drum biasa permasalahanya justru jauh lebih repot. Kenapa? Kita akan banyak berurusan dengan miking drum yang jatuhnya memang tidak gampang, kalau kita punya studio recording sendiri di rumah juga tidak gampang pastinya, karena kita harus pasang microphonenya disana-sini.

Dan jangan sangka masang microphone itu segampang membalikkan telapak tangan, beda posisi beda derajat sudutnya aja soundnya akan beda jauh! Belum lagi kalau ada masalah dengan phasing-nya karena kita menggunakan microphone yang terlalu banyak, itu akan jadi satu masalah lagi buat kita.

Bisa jadi sinyalnya akan saling menghilangkan karena terjadi phasing ini. Jadi repot sekali justru kalau menggunakan drum akustik, justru dengan menggunakan drum elektrik akan jauh jauh jauh lebih mudah kita melakukan proses membuat video drum cover.

Yang tinggal kita lakukan adalah menghubungkan dari perangkat drum elektrik kita, dari modul yang ada itu kita sambungkan ke sound card kita menggunakan kabel MIDI, jadi dari MIDI OUT yang ada pada modul drum kita nanti kita sambungkan ke MIDI IN yang ada para sound card kita, selebihnya nanti kita bisa gunakan software seperti Superior Drum untuk mengambil soundnya, dan kemudian sudah langsung akan terekam apa yang kita mainkan.

Kalau kita menggunakan Cubase atau Nuendo atau yang lain, nanti kita tinggal buat aja track MIDI di dalamnya, dan buka Superior Drum disitu, nanti ketika kita main drum akan ada gambar not MIDI-nya tergambar disitu.

Jadi lebih mudah kan? Kita tinggal buat track audio yang mana nanti kita akan masukkan musik minus onenya di track audio, lalu kita buat satu track lagi untuk track MIDI drum elektrik kita, dan selanjutnya kita tinggal merekam aja. Beres deh!

Masalah mencari metronome yang pas dengan lagunya kan ada fasilitas Beat Calculator kalau di Cubase dan Nuendo, dan buat di software yang lain juga pasti akan ada juga fasilitas seperti itu. Jadi kelar deh, kita tinggal merekam aja, ngga perlu repot dengan pasang microphone kemudian mencocokkannya untuk mendapatkan sound drum yang kita inginkan.

Kalau menggunakan MIDI seperti ini kita tinggal cari aja sound drum yang kita suka dari bank library-nya Superior Drum, kita juga bisa memilih sound bass drumnya seperti apa, sound snarenya seperti apa, sound tomnya seperti apa, cymbal ridenya seperti apa, crash-nya seperti apa dan hi hatnya juga seperti apa.

Jadi semuanya komplit dan mudah ketimbang kalau kita merekam menggunakan drum akustik, kita juga tidak perlu repot melakukan cek sound seperti di video ini.


Nah kalau kita lihat dari video di atas sangat repot kan kalau kita melakukan cek sound untuk merekam drum? Kalau menggunakan drum elektrik ngga segitu repotnya, sangat jauh lebih praktis sekali! Nah semoga sharing dari saya kali ini bisa bermanfaat dan kalau begitu kita sudahi dulu saja artikel mengenai membuat video drum cover dengan elektrik drum ini.

Sunday, July 21, 2013

Yuk Kenalan Dengan Frekuensi

yuk-kenalan-dengan-frekuensi

Di tulisan yuk kenalan dengan frekuensi ini kita akan membahas frekuensi dengan bahasa yang mudah untuk dimengerti aja ya, dengan cara yang mudah untuk dicerna juga. Emang makanan dicerna? Hehehe.. kalau gitu kita bahas yuk..
Di dalam istilah audio pasti teman-teman sering mendengar mengenai frekuensi. Nah apa sih sebenarnya definisi frekuensi ini? Frekuensi ini biasanya berhubungan dengan bunyi, nah karena kita memang di bidang audio nih pembahasannya maka frekuensi itu memang sudah menjadi obrolan kita sehari-hari dan pasti yang namanya audio itu berhubungan dengan yang namanya frekuensi.

Nah kalau begitu sebelum membahas mengenai frekuensi saya ingin membahas sedikit mengenai bunyi. Karena ini akan saling terkait, dan untuk memahami frekuensi dengan lebih mudah kita perlu mengetahui dulu apa itu bunyi.

Apa itu bunyi? Bunyi adalah suara yang kita dengar sampai telinga kita kan? Nah apa yang menyebabkan terjadinya bunyi? Yang menyebabkan terjadinya bunyi adalah getaran. Sebuah benda bergetar itu pasti akan menghasilkan bunyi dan bunyi yang bisa kita dengar adalah bunyi yang timbul dari hasil getaran suatu benda dalam satuan detik.

Bingung ya? Saya juga! Hehehe.. Kalau suatu benda bergetar misalnya nih dalam satu detik dia bergetar sebanyak 100 kali, maka kita akan mendengar tuh suaranya. Akan menghasilkan bunyi yang nanti akan kita dengar di telinga kita. Nah getaran dalam satu detik sebanyak 100 kali ini lah yang disebut dengan frekuensi.

Jadi secara frekuensi akan disebut dengan 100 Hertz, nah Hertz itu adalah nama seorang ilmuwan yang menemukan frekuensi ini. Kalau bendanya bergetar 1000 kali dalam satu detik, berarti 1000 Hertz dong? Atau biasa disingkat dengan 1 kHz dimana k itu nilainya sama dengan 1000.

Kalau sebuah benda bergetar sebanyak 440 kali? Nah itulah yang terjadi kalau kita memetik senar gitar di senar kelima, dia akan bergetar sebanyak kurang lebih 440 Hz dan nada atau bunyi itu yang sampai ke telinga kita.

Jadi kalau begitu apa yang saya sampaikan mengenai frekuensi ini teman-teman bisa paham ya? Kalau untuk lebih detailnya teman-teman bisa menonton video dari guru saya, pak David Klein, dimana disitu dia menjelaskan mengenai dasar-dasar audio. Semoga bermanfaat..


Kalau begitu kita sudahi dulu saja artikel mengenai yuk kenalan dengan frekuensi ini.

Wednesday, July 17, 2013

Cara Menghilangkan Suara Gitar Pada Lagu

cara-menghilangkan-suara-gitar-pada-lagu

Kali ini kita akan membahas mengenai cara menghilangkan suara gitar pada lagu. Ini menjadi hal yang sangat banyak ditanyakan juga oleh banyak orang. Mungkin salah satunya karena ingin membuat video cover lagu orang dan kemudian di upload di youtube. Hal itu kan sekarang lagi marak sekali.

Nah biasanya ini adalah yang paling sulit, menghilangkan suara drum dan suara gitar juga termasuk, karena biasanya dalam proses rekaman dua instrument ini yang paling banyak track-nya, dan secara panningnya juga macam-macam, ada yang di panning kanan kiri atau stereo dan juga ada yang ditengah, biasanya pas melodi lagunya.

Hal ini membuat proses menghilangkan suara tertentu di dalam sebuah lagu menjadi sebuah proses yang sulit sekali. Karena kalau teman-teman sudah mengetahui proses rekaman itu seperti apa, dimana masing-masing track itu diciptakan untuk nantinya disatukan.

Dan jadinya memang karena tujuannya untuk disatukan jadi satu jadi sebuah musik kalau kita hendak memisahkannya ya jadinya repot. Kita harus mempunyai data mentahnya dimana audionya masing-masingnya masih terpisah dan belum disatukan.

Karena software musik untuk merekam lagu biasanya memang dirancang hanya untuk menyatukan musik saja. Dan kalau teman-teman pernah membaca artikel saya mengenai proses rekaman, disitu nanti teman-teman akan mengetahui kalau audio drum itu terpisah, dalam hal ini audio untuk drum aja ada banyak, ada yang bass drumnya saja, ada yang snare drumnya saja, biasanya minimal ada 8 track hanya untuk drum saja.
Sementara untuk gitar juga tergantung juga, kan kalau kita dengarkan suka terdengar tuh berapa macam suara gitar yang ada disitu. Nah kalau ada 5 suara berarti minimal ada 5 track audio di dalam data mentahnya.

Jadi kalau teman-teman berkehendak untuk menghilangkan suara gitarnya, teman-teman harus mempunyai data mentah waktu proses takenya. Karena hanya dengan cara mendapatkan data mentahnya saja, maka suara gitar dari sebuah lagu bisa dihilangkan dengan sempurna tanpa harus merusak kualitas audio dari lagu tersebut.

Nah semoga apa yang saya sharingkan bisa bermanfaat buat teman-teman semuanya. Kalau begitu kita sudahi dulu artikel mengenai cara menghilangkan suara gitar pada lagu ini.

Sunday, July 14, 2013

Proses Pembuatan Video Drum Cover

proses-pembuatan-video-drum-cover

Kali ini saya akan sharing mengenai proses pembuatan video drum cover. Karena hal ini sangat banyak juga ditanyakan oleh teman-teman apalagi sekarang ini lagi marak sekali ya buat video cover lagu orang terus upload video di youtube. Nah apa yang saya sampaikan ini nantinya juga berguna tidak hanya untuk drum cover saja. Yuk kita simak artikelnya di bawah ini..

Apa saja sih yang kita perlukan kalau kita ingin membuat sebuah video drum cover? Kalau untuk membuat rekaman drumnya, ini termasuk yang tersulit diantara yang lainnya karena drum ini memang lebih ribet saja prosesnya, karena kalau untuk merekamnya saja dengan menggunakan mikrofon, kita minimal sekali wajib mempunyai empat buah mikrofon, dimana yang pertama itu akan diletakan pada bass drum dan untuk menangkap suara dari bass drum.

Kemudian yang kedua akan diletakkan pada snare drum untuk menangkap suara dari snare drum tersebut, dan mikrofon yang ketiga dan yang keempat yang mana merupakan mikrofon kondenser akan diletakkan sebagai overhead. Untuk menangkap keseluruhannya.

Namun kalau hanya menggunakan empat buah mikrofon menurut saya sih kurang bagus nanti suara drum yang direkam, kecuali memang kita menggunakan pre amp dan sound card dan juga mikrofon yang sangat amat bagus. Bisa deh kita menghasilkan sound drum dengan baik walau hanya dengan empat buah mikrofon seperti itu.

Namun kan harga pre amp dan sound card yang bagus itu sangat mahal. Bisa kena ratusan juta nantinya. Nah daripada kena ratusan juta, mendingan pake sound card 8 channel kemudian kita maksimalkan.

Toh maksud kita mengupload ke youtube kan kita tidak berjualan tho? Sehingga orang juga tidak akan membeli apa yang kita tawarkan, sehingga tidak terlalu masalah juga kalau soundnya tidak sebagus drum cover seperti yang kita lihat.

Dengan sound card yang secukupnya dan dengan teknik merekam yang bagus, kita bisa kok menghasilkan hasil drum cover seperti Cobus Potgieter, kalau teman-teman rajin menonton video drum covernya dia.

Kalau saya perhatikan di drum covernya Cobus yang bagus itu kamera videonya, jernih sekali! Pastinya mahal itu kamera! Eh tapi barusan saya lihat yang video awal-awal yang Cobus rekam kualitas gambarnya biasa aja sih, jadi bisa lah pake handy cam yang ada, kalau bisa sih cari yang kualitasnya HD. 

Sekarang kan sudah banyak juga tuh kamera video kualitas HD dengan harga yang terjangkau. Jadi yang harus teman-teman punyai untuk bisa merekam video drum cover adalah seperangkat komputer, kemudian sound card dengan 8 channel, kemudian satu set mikrofon drum, kemudian kamera video, kalau mau banyak angle berarti teman-teman harus punya lebih dari satu kamera dan kemudian lighting.

Kalau menurut saya itu saja sudah cukup, nah proses pembuatannya adalah, lagu yang akan kita cover, kita masukkan dulu ke dalam software perekam, entah itu Nuendo, Cubase, Pro Tools atau yang lainnya, kita samakan metronomenya, beri metronome disitu. Kemudian kita buat track drum disitu, cek sound drumnya, coba direkam dulu, begitu udah dapat sound drum yang diinginkan, dalam hal ini proses cek sound sudah kelar, lalu kita siap merekam dan menshoot video.

Baru deh kita siapkan lightingnya, biar terang dan bagus, karena semakin jelek kualitas kamera video kita harus semakin terang ruangan kita untuk menutupinya. Lebih baik terang sekalian karena nanti bisa diatur cahayanya ketimbang gelap susah untuk naikinnya saat ngedit, dan kalau dinaikin juga biasanya kurang bagus.

Habis itu pasang kamera videonya, kalau menggunakan tiga buah kamera berarti letakkan di 3 tempat yang berbeda. Setelah itu baru deh ngeshoot. Semua harus sekali jalan karena nanti ketika kita mensingkronkan saat mengedit kalau tidak sekali jalan agak lebih repot pastinya.

Nah setelah shoot baru tinggal diedit. Nah kira-kira seperti itu prosesnya, Ribet ya? Cukup cape ya mengerjakannya? Itulah kenapa saya malas membuat video drum cover! Hehehe.. Di bawah ini ada video drum cover yang pernah saya buat untuk Nathan Gulo, tapi saya ngga main, saya hanya cek sound, ngeshoot video, mixing mastering, mensinkronkan dan terakhir menguploadnya ke youtube.

Kalau begitu kita sudahi dulu artikel mengenai proses pembuatan video drum cover ini.


Saturday, July 13, 2013

Tips Cara Recording Yang Baik

tips-cara-recording-yang-baik

Kali ini kita akan membahas mengenai tips cara recording yang baik. Banyak teman-teman yang bertanya gimana agar sound yang dihasilkan nantinya bisa bagus. Ingin tahu caranya? Yuk kita baca artikel di bawah ini..
Tentunya teman-teman kalau rekaman untuk bandnya, berharap bisa menghasilkan sound yang bagus kan? Tulisan ini saya peruntukkan memang buat teman-teman yang ingin kalau rekaman bisa menghasilkan sound yang bagus.

Banyak sekali beredar rumor yang mengatakan kalau mau rekaman yang bagus di studio itu tuh. Nanti hasilnya pasti bagus, dan ternyata setelah kita kesana malah hasilnya tidak memuaskan kita. Kalau begitu apa yang salah ya?

Yang perlu kita ketahui dahulu sebelum recording adalah kita harus mempersiapkan diri dengan baik, baik itu dari segi kesiapan menghadapi metronome, dan juga dari segi kesiapan mental. Tahu lebih dulu mengenai proses recording akan membantu kita nantinya dalam menghasilkan hasil rekaman yang bagus untuk band kita.

Yang saya alami sepengalaman saya adalah banyak band yang tidak mengerti mengenai hal ini dan hanya dikatakan bahwa recording di tempat saya itu hasilnya bisa bagus. Ini ada benarnya dan ada tidak benarnya juga.

Karena semuanya juga balik lagi kepada anak bandnya sendiri. Band yang tahu karakter soundnya biasanya akan menghasilkan hasil recording yang juga bagus. Apalagi band yang memang membawa alatnya masing-masing karena dengan mereka membawa alatnya sendiri mereka memang sudah tahu dengan karakter sound yang mereka kejar.

Dan memang sangat penting untuk ngobrol dulu dengan si sound engineer sebelum proses take itu berlangsung, seperti contohnya kalau teman-teman tahu lagu Falling In Love-nya J-Rock yang direkam di luar negeri, yang saya baca di salah majalah, sang sound engineernya bahkan sampai menelepon J-Rock dan menanyakan mengenai seperti apa karakter sound yang ingin mereka dapatkan dalam proses perekaman nantinya.

Bahkan sang sound engineernya minta dikirim terlebih dahulu rekaman-rekaman J-Rock sebelumnya untuk tahu karakter permainan band tersebut sehingga nanti pada saat rekaman akan lebih mudah sang sound engineer untuk mendapatkan sound yang memang diinginkan oleh bandnya.

Jadi memang ada proses konsultasi dan berbicara dulu sebelum proses take, dimana persiapannya juga jelas, sehingga pada saat direkam hasilnya pun jadi maksimal. Sementara yang saya alami selama ini banyak banget yang proses recording aja tidak tahu, kemudian juga tidak ada persiapan sama sekali, belum pernah latihan menggunakan metronome, bahkan metronome itu apa saja mereka nanya. Emang metronome itu apa sih bang?

Nah yang begini agak repot kalau ingin mendapatkan hasil sound yang benar, ditambah lagi mereka ngga pake latihan, dan hanya menyewa satu shift untuk rekaman, dan mereka di dalam waktu yang satu shift itu mencari-cari dulu chord yang akan mereka mainkan apa, dan terus nanti mereka ngisinya bagaimana.

Benar-benar tidak ada persiapan dari rumah. Yang model begini sangat-sangat repot untuk bisa menghasilkan hasil rekaman yang baik walau mereka ngetake di tempat yang sama dengan tempat J-Rock ngetake. Kalau prosesnya seperti itu saya yakin hasilnya juga tidak akan bisa bagus.

Nah jadi untuk mendapatkan hasil yang maksimal dari hasil recording kita memang kita harus mempersiapkannya dengan baik dahulu, kita siap dengan materinya, kita tahu sound apa yang kita inginkan di album itu, kita juga sudah siap latihan dengan metronome sehingga nanti tidak kaget dan tidak banyak waktu yang terbuang karena harus mengulang takenya sampai berkali-kali.

Kalau itu udah teman-teman penuhi, saya yakin sekali kalau teman-teman bisa menghasilkan hasil rekaman yang baik. Nah semoga apa yang saya sharingkan kali ini bisa bermanfaat buat teman-teman semuanya. Kalau begitu kita sudahi dulu saja artikel mengenai tips cara recording yang baik ini.

Definisi Dari Audio

definisi-dari-audio

Pada tulisan mengenai definisi dari audio, ini saya coba terjemahkan dari buku yang berjudul, Sound for Film and Television, karangan Tomlinson Holman. Semoga bisa bermanfaat buat kita semua. Yuk kita simak tulisannya di bawah ini..

Audio adalah representasi dari suara, elektrik atau oleh berbagai metode pada media, bukan hanya suara. Sebagai contoh kita biasanya mengatakan rekaman audio, dan bukannya rekaman suara. Kata-dalam tag line sebuah periklanan yang saya lihat beberapa waktu lalu berbunyi, "Ini adalah audio yang mengelilingiAnda, "juga tidak tepat dikatakan seperti itu, karena Anda akan itu akan dikelilingi oleh sinyal listrik atau tape, tidak dalam suara.

Suara adalah istilah yang digunakan untuk energi akustik,sedangkan audio adalah yang berhubungan dengan sinyal-sinyal listrik dan magnetik dari sebuah rekaman optik.

Suara merupakan input untuk proses audio dengan cara mikrofon, atau disebut dengan kata lain transducer, mengubah energi suara menjadi energi listrik, pada saat itu lebih umum disebut sebagai sebuah sinyal saja. 

Rekaman adalah proses mengubah sinyal elektrik menjadi bentuk yang bisa disimpan pada media, media yang dapat dimainkan kembali dan dikonversi ke sinyal elektrik . 

Mixing melibatkan berbagai proses untuk memanipulasi audio yang mana dalam hal ini juga memanipulasi suara yang ada. Dan kemudian hasilnya agar bisa didengarkan dari sinyal elektrik tersebut akan dikirim ke transducer yang bernama speaker untuk bisa kita dengarkan oleh telinga kita.

Kita telah melihat salah satu dari semua proses dari persiapan membuat track audio ini, dimana kita mencampurkan suara dari berbagai sumber audio yang ada. Karena tujuannya untuk digabungkan maka setelah mereka digabungkan tidak bisa dipisahkan lagi. Yang mana nantinya yang memisahkannya adalah telinga kita melalui persepsi audio yang kita dengarkan dalam proses post produksi mixing.

Wednesday, July 10, 2013

Alat Sederhana Untuk Merekam Lagu Di Rumah

alat-sederhana-untuk-merekam-lagu-di-rumah

Kali ini kita akan membahas mengenai alat sederhana untuk merekam lagu di rumah. Kita sudah belajar mengenai mixer ya? Banyak yang bertanya juga perlu ngga sih kita punya mixer di rumah kalau kita ingin merekam secara sederhana di rumah? Kalau menurut saya sih ngga! Kenapa?

Teman-teman tinggal beli audio interface saja, atau kalau secara bahasa awamnya kita menyebutnya sebagai sound card. Tapi yang teman-teman beli jangan sound card yang buat multimedia ya, walau pun memang bisa tapi hasilnya tidak sebaik sound card yang memang dibuat khusus untuk merekam audio.
Jadi untuk merekam di rumah kita yang kali ini, kita akan menggunakan sistem DAW. Saya sudah jelaskan ya mengenai sistem DAW itu apa di tulisan saya yang terdahulu. Atau kalau ngga diklik aja tulisan DAW ini langsung ke tulisan yang mengenai DAW itu.
Untuk sound card yang biasanya khusus untuk merekam audio ini ada merek-merek seperti M-Audio, Focusrite, Motu, Echo dan lain-lain, teman-teman bisa lihat aja di webnya Chandracom, disitu teman-teman akan lihat banyak sound card atau converter atau audio interface kita biasa menyebutnya.
Harganya juga bisa dilihat disitu, kalau M-Audio berkisar dari satu jutaan, yang dua channel juga udah cukup kalau kita hanya ingin merekam tanpa drum. Karena kalau untuk merekam dengan drum biasanya kita butuh yang 8 channel minimal untuk sound cardnya dan itu tergolong mahal harganya, sekitar 5 juta keatas kira-kira kisarannya.
Untuk detail soal harga silakan dicek aja di mesin pencarian google. Pilihannya biasanya yang menggunakan fire wire atau menggunakan usb, dua itu biasanya. USB 3 sekarang juga udah cepat ya, jadi ngga masalah mau pake yang mana.
Kemudian teman-teman juga harus mempunyai sebuah microphone, kalau teman-teman mau beli microphone, saran saya adalah belilah microphone yang kondenser, lebih bagus dan lebih fleksibel untuk digunakan untuk merekam sendiri di rumah.
Tapi kalau ingin menggunakan microphone dynamic, bisa gunakan merek Shure SM 58 yang banyak digunakan oleh orang. Nah nanti di tulisan saya yang lain kita akan membahas lebih jauh lagi ya mengenai alat sederhana untuk merekam lagu di rumah ini.

Monday, July 8, 2013

Apa Itu Decibel?

apa itu decibel
Kali ini kita akan membahas mengenai apa itu decibel. Pasti teman-teman sering dan banyak mendengar mengenai istilah decibel ini, karena memang dalam bidang audio kata-kata decibel ini sangat sangat sering diucapkan. Dan pasti kita juga akan berhadapan dengan yang namanya decibel kalau kita membicarakan soal audio.

Decibel itu adalah satuan untuk mengukur tingkat kekerasan. Biasanya kan kalau kita menyetel tape atau apa ya? Banyak ya perangkat audio seperti itu, misalnya ipod, atau walkman atau perangkat audio yang lainnya kita kan tidak diperkenalkan dengan kata decibel ini.

Decibel ini kalau dituliskan disingkat menjadi dB. Jadi dB atau decibel ini merupakan satuan kekerasan suara. Wah ini suaranya tingkat kekerasannya adalah 70 dB misalnya. Dulu waktu saya belajar di Lembaga Pendidikan David Klein di daerah Kelapa Gading, saya ingat sekali pelajaran pertama yang saya dapatkan adalah mengetahui mengenai decibel.

Waktu itu ada alatnya untuk mengukur tingkat decibel, yaitu dB meter. Saat itu guru saya pak David Klein memegang alat dB meter itu dan mulai memperkenalkan kepada kita mengenai apa itu decibel. Nah kalau kita lagi diem seperti ini kira-kira tingkat kebisingan atau ground noisenya adalah sekitar 70dB, lalu di menunjukkan angka yang tertera pada alat dB meter yang dia pegang itu.

Jadi dB atau decibel menunjukkan berapa keras suara yang ada atau audio yang ada, misalnya kita ingin tahu nih tingkat kebisingan di lingkungan kita ini berapa dB. Kita tinggal menggunakan saja alat yang bernama dB meter ini dan kemudian kita bisa membaca tingkat decibel dari lingkungan kita berada di angka berapa.

Alatnya kira-kira penampakannya seperti di bawah ini..

dB-meter
Kalau sekarang malah udah ada aplikasinya di handphone seperti untuk i phone, atau untuk smartphone yang lainnya. Aplikasi ini sudah bisa kita gunakan, walau pastinya akan kalah kalau dibandingkan dengan alat yang benar seperti di atas. Karena kalau alat di atas memang diciptakan untuk mengukur, biasanya sih tidak hanya untuk mengukur tingkat dB saja, tapi juga bisa mengukur yang lain seperti misalnya mengukur tinggi badan. Lho? Untuk yang itu sepertinya ngga bisa! Nah karena digunakan untuk hal yang lain juga selain untuk mengukur tingkat dB misalnya untuk digunakan sebagai Real Time Analyzer maka microphone yang ada disitu pastilah jauh lebih akurat ketimbang microphone yang ada di smartphone itu.

Karena alat tersebut memang khusus dibuat untuk mengukur tingkat kekerasan sementara kalau di smartphone kan hanya tambahan saja. Oleh karena itu tidak bisa seakurat alat yang aslinya. Tapi kalau untuk sekedar kita tahu kira-kira kisaran tingkat kekerasan dari lingkungan kita atau kita ingin mengukur tingkat kekerasan dari suatu tempat tanpa harus akurat, ya bisa lah digunakan aplikasi untuk smartphone itu. 

Sebagai gambaran buat teman-teman, kira-kira suara orang berbicara normal tingkat kekerasan atau tingkat dB-nya adalah 60-70 dB, kemudian tingkat dB untuk suara flushing toilet itu kira-kira berada pada kisaran di 75-85 dB, sementara kalau konser musik berada pada tingkat 100-120 dB.

Nah sementara batas pendengaran manusia itu ada di angka 120 dB, dimana angka 120 dB ini dikenal dengan istilah threshold of pain atau batas ambang sakit dari telinga kita. Kalau teman-teman mendengar suara dan kemudian telinga teman-teman berasa sakit, itu bisa jadi tingkat kekerasan dari suara yang teman-teman dengar berada di kisaran 120 dB.

kursus drum di jabodetabek

Kalau di atas itu bisa-bisa kita jadi budek dan hilang pendengaran kita. Nah ukuran dB ini kalau teman-teman pernah membeli earmuff atau earplug untuk meredam, biasanya diberi tahu bahwa earmuff itu bisa meredam sekitar 20dB, berarti dengan menggunakan earmuff tersebut suara yang kita dengar akan jadi berkurang sekitar 20 dB.

Nah kira-kira seperti itu gambaran mengenai apa itu decibel. Sampai ketemu di tulisan saya yang berikutnya ya..

Sunday, July 7, 2013

Proses Dalam Merekam Lagu

proses dalam merekam lagu
Kali ini kita akan membahas mengenai proses dalam merekam lagu. Artikel ini saya khususkan buat teman-teman yang memang belum pernah merekam lagu mereka sendiri. Karena banyak saya dapati dulu ketika saya menjadi sound engineer di studio saya di Bogor, banyak sekali anak band yang tidak tahu mengenai proses rekaman itu seperti apa. Yuk kita bahas..

Pengalaman saya dulu di Bogor ketika studio saya masih dibuka untuk umum, banyak sekali yang saya rasakan anak band yang belum pernah rekaman. Dan ketika mereka rekaman jadinya bingung dengan prosesnya, ada yang menyangka bahwa mereka seperti latihan biasa saja di ruangan studio.
Kalau yang seperti itu biasanya kita menyebutnya dengan proses recording secara live. Jadi teman-teman langsung saja bermain seperti teman-teman lagi latihan, cuma bedanya ini direkam. Dan setelah teman-teman bermain, teman-teman bisa mendengarkan apa yang barusan teman-teman mainkan.
Kalau direkam secara live seperti itu tentunya akan banyak keterbatasan, apalagi kalau merekamnya dalam satu ruangan. Akan ada beberapa kendala seperti hasil audionya tidak akan sebaik kalau direkam secara satu per satu karena ada faktor bocoran disitu.
Yang saya maksud dengan bocoran adalah karena semua berada dalam satu ruangan maka misalnya microphone untuk menangkap suara snare nantinya akan ada suara gitar juga disitu, karena kan satu ruangan.
Kalau mau agak berkurang bocorannya, harus disekat ruangannya. Nah itu lebih repot lagi. Oke kita sekarang membahas mengenai proses rekaman yang bukan live ya. Atau banyak disebut dengan istilah studio recording, kalau orang bule nyebutnya.
Nah dalam proses studio recording ini, yang kita lakukan adalah merekam satu per satu, misal gitar ya gitar aja sendirian. Sang gitaris akan bermain sendirian nanti, bisa di dalam studio atau pada ruangan control room.
Ruangan control room adalah ruangan dimana sang sound engineer berada. Sementara ruangan take adalah ruangan tempat si musisinya bermain, biasanya drummer dan vokalis yang berbeda ruangannya dengan sound engineer.
Nah kebayang ngga kalau drummernya harus bermain sendiri, gimana caranya? Kan dia ngga ada panduan, gimana si drummer bisa tahu dia sekarang ada di part bagian mana? Nah oleh karena itu untuk awalnya kita nanti akan membuat guide atau panduan dulu agar nanti si drummernya gampang dan mudah ketika merekam drum.
Setelah musik panduannya dibuat, biasanya gitar dan vokal, atau musik apa pun yang bisa menjadi penanda buat sang drummer mengisi drum barulah sang drummernya mengisi part drumnya.
Setelah itu barulah bass-nya yang diisi, kemudian gitar, atau keyboard dan yang terakhir biasanya adalah vokal setelah semua musiknya selesai dibuat. Untuk lebih detailnya teman-teman bisa menonton video di bawah ini, kebetulan saya sudah membuat videonya agar teman-teman bisa dengan mudah mengerti apa yang saya maksudkan dengan penjelasan saya di atas tadi.
Semoga video dan penjelasan saya bisa teman-teman mengerti dengan mudah dan gampang. Kalau begitu kita sudahi dulu saja ya artikel mengenai proses dalam merekam lagu ini.



Artikel Terkait :

  1. Panduan Dalam Memilih Mixer Audio 
  2. DI Box Adalah
  3. Equalizer Bagian 1 
  4. Software Mastering